Berdasarkan survei Prabowo belum mampu mengejar
Jokowi. Meski masa kampanye masih panjang, namun jika melihat hasil sejauh ini
belum ada peningkatan cukup signifikan dari Prabowo. Apa sebenarnya penyebab
Prabowo sulit menyalip Jokowi? Berikut ulasan dari lembaga survei Median:Hasil survei Median yang dilakukan pada 4-16 November lalu, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf 47,7 persen. Sementara itu, capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi masih tertinggal dengan mendapat 35,5 persen.
Bukan kali ini saja elektabilitas Prabowo-Sandi kalah oleh Jokowi-Ma'ruf. Hasil survei-survei sebelumnya juga pasangan tersebut belum bisa mengungguli capres-cawapres nomor urut 01.
1. Prabowo Belum Bisa Tangani Persoalan
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengungkapkan penyebab elektabilitas Prabowo-Sandi tertinggal karena publik menganggap sang capres belum memiliki kompetensi yang cukup untuk menangani berbagai persoalan.
"Kami
berkesimpulan walaupun publik secara umum memiliki ganjalan dan ketidakpuasan
terhadap Jokowi tapi pada saat bersamaan publik belum anggap Prabowo belum
punya kompetensi yang cukup untuk menangani berbagai persoalan," katanya.
2. Gaya
Komunikasi
Selain
dinilai belum bisa menangani persoalan Indonesia, penyebab lain Prabowo-Sandi
belum mampu menyalip elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masalah gaya komunikasi. Gaya
komunikasi politik Prabowo dinilai terlalu keras dan ini tidak disukai publik.
Hal ini menjadi faktor Prabowo dianggap masih tertinggal dari Jokowi.
"Ada
problem gaya komunikasi politik. Jadi pada saat ditanyakan apa yang tidak
disukai dari Prabowo jawabannya dianggap keras, cara komunikasi politik yang
terlalu keras masih mendominasi," kata Direktur Eksekutif Median, Rico
Marbun.
3. Ambisius
Penilaian
masyarakat terhadap Prabowo Subianto yang mempunyai sifat ambisius rupanya
menjadi penyebab elektabilitas capres nomor urut 02 itu belum mampu mengejar
Jokowi. Berdasarkan hasil survei Median menunjukkan jika 2,1 persen masyarakat
tidak menyukai Prabowo lantaran ambisius.
4. Tidak
memiliki Istri
Selain itu,
kesendirian Prabowo juga menjadi alasan publik tidak menyukai mantan Danjen
Kopassus itu. Dari hasil survei Median menyatakan 1,7 persen tidak suka dengan
Prabowo karena tidak memiliki istri.
"Ada
lima masalah besar yang tidak disukai dari Prabowo, di antaranya ambisius dan
tidak punya istri," kata Direktur Eksekutif Median, Rico
Marbun.(Merdeka.com)
0 comments :